Posted on Leave a comment

Zionis Kembali Hancurkan Desa Palestina di Tepi Barat

Keterangan Foto: Tentara Zionis datang tanpa peringatan pada jam 9 pagi, meminta para penduduk untuk pindah, dan ketika mereka menolak, mulai meratakan rumah-rumah darurat mereka. (AP)

AP
08 Juli 2021 01:58
Diperbarui 08 Juli 2021

* Seorang pejabat keamanan Zionis mengatakan pemerintah telah “melakukan diskusi selama berbulan-bulan dengan penduduk dan menawarkan lokasi alternatif di dekatnya”.

YERUSALEM: Zionis pada hari Rabu menghancurkan komunitas penggembala Badui Khirbet Humsu di wilayah Tepi Barat yang diduduki, babak terbaru dalam upaya militer untuk mencerabut rumah-rumah darurat desa Palestina.

Setidaknya 65 orang, termasuk 35 anak-anak, mengungsi, kata Christopher Holt dari Konsorsium Perlindungan Tepi Barat, satu kelompok lembaga-lembaga bantuan internasional yang didukung oleh Uni Eropa yang membantu para penduduk.

Pembongkaran tersebut membuat para penduduk desa, yang mencari nafkah terutama dengan menggembalakan sekitar 4.000 domba, kehilangan tempat tinggal setidaknya untuk kelima kalinya dalam satu tahun terakhir. Uni Eropa di masa lalu telah membantu penduduk membangun kembali setelah pembongkaran sebelumnya.

Holt, yang berada di daerah itu, mengatakan tentara tiba tanpa peringatan pada jam 9 pagi, meminta penduduk untuk pindah, dan ketika mereka menolak, mulai meratakan rumah-rumah darurat tersebut. “Ini peningkatan yang sangat serius,” katanya.

Pemerintah Zionis, yang sekarang dijalankan oleh koalisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Naftali Bennett, mengatakan bahwa “desa itu dibangun secara ilegal di tengah-tengah lapangan tembak militer”.

Seorang pejabat keamanan Zionis mengatakan pemerintah telah melakukan diskusi selama berbulan-bulan dengan para penduduk dan menawarkan lokasi alternatif di dekatnya.

Holt mengatakan penduduk tidak mendapatkan peringatan dan mengatakan mereka tidak punya tempat lain untuk dituju di tengah panas yang terik. Beberapa menit setelah pembongkaran terakhir pada bulan Februari, warga mulai bekerja memperbaiki pagar-pagar mereka dengan harapan dapat mengumpulkan domba mereka sebelum gelap.

Berada di dataran tinggi di atas Lembah Yordan, Khirbet Humsu adalah bagian dari 60 persen wilayah Tepi Barat yang dikenal sebagai Area C, yang berada di bawah kendali penuh Zionis sebagai bagian dari perjanjian perdamaian sementara dari tahun 1990-an.

Presiden baru

Isaac Herzog berjanji untuk memperbaiki perpecahan mendalam di masyarakat Zionis pada hari Rabu saat ia mengambil sumpah jabatan untuk menjadi presiden Zionis yang ke-11. Dengan satu tangan di atas Alkitab di depan Knesset, Herzog, 60 tahun, menerima posisi yang sebagian besar dianggap hanya sebagai jabatan seremonial yang dirancang untuk berfungsi sebagai kompas moral negara.

Herzog berjanji untuk menjadi “presiden bagi semua orang,” menambahkan bahwa “harapan utama” dari semua orang Zionis “dari saya, dari kita semua, adalah untuk menurunkan suara, untuk menurunkan perselisihan, untuk menenangkan keadaan.”

SUMBER:

https://www.arabnews.com/node/1890421/middle-east

Tinggalkan Balasan